· Artikel · Komentar · Email ·       · Log in

Theodoor Cremer, Pencetus Koelie-ordonnantie

Redaksi

Jacob Theodoor Cremer

Jacob Theodoor Cremer

Nederlandsindie.com – Jacob Theodoor Cremer (1847-1923), mengatasi problem tenaga kerja untuk perkebunan tembakau dengan membentuk plantersvereniging, serikat pengusaha perkebunan. Serikat ini lalu mendesak pemerintah Nederlands-Indië, supaya mereka diberi hak poenale sanctie.

Hak poenale sanctie adalah hak untuk bertindak sebagai polisi dan hakim sekaligus untuk menghukum para kuli mereka tanpa melalui pengadilan. Ini artinya para pengusaha perkebunan itu boleh menangkap para kuli mereka (jika kabur atau bekerja tidak sesuai keinginan para tuan pemilik perkebunan) dan menghukum mereka sesuka hati.

Membantah mandor, melawan, mengancam dan sejenisnya sering berakhir dengan penyiksaan, penyekapan, atau denda. Akibatnya orang-orang yang terlanjur direkrut menjadi kuli kontrak sama saja menjadi budak. Nasib mereka sangat mengenaskan dan tetap miskin turun temurun.

Pada 1876, Cramer menulis surat ke Tweede Kamer (parlemen Belanda) di Den Haag dengan judul Een woord uit Deli (Sepatah Kata dari Deli). Surat Cramer ini melahirkan apa yang disebut Koelie-ordonnantie (1880).

Cramer yang menjadi kaya raya kelak digugat dalam buku bertitel De Miljoenen van Deli atas kekejamannya itu. Meskipun demikian dia tetap tak terjamah dan pernah menduduki Menteri Urusan Wilayah Koloni dalam Kabinet Pierson – Borgesius.

Portofolionya antara lain mencakup urusan lalulintas dan perminyakan di Nederlands-Indië. Saat menjabat menteri inilah dia menyusun RUU Pertambangan yang akhirnya berhasil diundangkan dengan nama Nederlands-Indische Mijnwet (UU Pertambangan Hindia-Belanda).

Seusai Perang Dunia I, Cramer diangkat menjadi Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Washington D.C. hingga 1920. Selama menjadi dubes dia berhasil memulihkan prestise Belanda di AS. (Instituut voor Nederlandse Geschiedenis en Onderwijsbeeldbank)

Beri Tanggapan