· Artikel · Komentar · Email ·       · Log in

Nonton Bioskop di Batavia

Redaksi

Bioskop

Bioskop

Nederlandsindie.com – Di Batavia dulu ada banyak bioskop: Menteng Bioscoop (Menteng), Grand (Kramat), Globe (Pasar Baroe), Cathay (Goenoeng Sahari), Rex, Metropole, Capitol, Centraal, dan Decapark.

Kami dulu tinggal di Vliegveldlaan 56, kini kawasan Kemayoran. Tetangga kami meneer Van Oorschot, asal dari Dordrecht, berdinas di Koninklijke Landmacht (Angkatan Darat) dan istrinya adalah orang Thailand.

Saya sering diajak jalan-jalan oleh meneer van Oorschot dibonceng sepeda motornya, yakni sebuah Harley-Davidson besar dan berat. Istrinya juga sering mengajak saya nonton film di bioskop. Mevrouw van Oorschot sangat suka film-film romantis. Jadi, berkat dia saya bisa menikmati film-film legendaris yang dimainkan aktris top saat itu: Dorothy Lamour.

Pernah juga kami nonton film Tarzan. Menurut saya aktor Johnny Weissmuller adalah pemeran Tarzan terbaik sepanjang zaman.

Bersama kakak, saya juga sering diajak nonton film-film science-fiction yang saat itu masih hitam-putih, dimainkan oleh Michael Rennie dan Patricia Neal. Di zaman itu film di Nederlands-Indië dikelompokkan ke dalam 3 kategori: segala umur, 13 tahun ke atas dan 21 tahun ke atas.

Karena bioskop saat itu masih hiburan mewah dan peminatnya banyak, maka jangan heran kalau kami 2 jam sebelum pemutaran harus mengantri karcis. Kalau datang terlambat, maka jangan harap bisa memperoleh karcis dari loket. Akibatnya harus membeli dari calo dengan harga lebih mahal. Ketika loket dibuka, maka orang-orang mulai saling mendorong, mendesak, berteriak dan memaki.

Sudah biasa kalau sehabis berebut karcis di loket rambut kami yang semula netjes mengkilat dengan minyak pomade berubah jadi kusut dan baju yang licin disetrika juga jadi lecek. Tapi semakin sulit mendapat karcis masa itu, semakin terasa nikmatnya menonton film.

5 tanggapan untuk “Nonton Bioskop di Batavia”

  1. tukijan taruno says:

    karena saya lahir setelah kemerdekaan, maka saya tak tahu/sangat sedikit tahu bhs belanda,. bisakah anda beritahukan kelas-kelas dalam bioskop itu? kelas 1 namanya apa, kelas 2 apa. Terima kasih banyak

  2. tukijan taruno says:

    tambah satu lagi. di surabaya ada jalan bernama ondomohen, setahu saya tidak ada nama indonesia seperti itu. lalu nama itu “turun” dari mana ?
    thanks

  3. Redaksi says:

    Kelas satu namanya Eerste Klas, kelas dua Tweede Klas. Vroeger, in bepaalde bioscopen waren alleen Europeanen welkom (dulu di beberapa bioskop hanya orang-orang Eropa saja boleh masuk.

  4. Redaksi says:

    Tidak ada kata ‘ondomohen’ dalam bahasa Belanda. Kemungkinan kata ini memang akarnya berasal dari bahasa Belanda, namun di lidah penduduk lokal Surabaya telah mengalami bias morfologi dan ujarannya. Seperti kata ‘vrachtauto‘ (truk) menjadi ‘praoto‘ atau ‘achteruit‘ menjadi ‘atret‘. Kalau Anda bisa menyebutkan apa arti ‘ondomohen’ menurut orang lokal, mungkin kami bisa membantu menjawab dengan tepat. Atau mungkin ada pembaca lain bisa langsung membantu?

  5. lila says:

    halo, saya ingin tahu apakah anda memiliki data sejarah (baik foto maupun kepustakaan ) tentang bioskop metropole? karena hal ini sangat menarik dan ingin saya jadikan sebuah film.terima kasih.

Beri Tanggapan