· Artikel · Komentar · Email ·       · Log in

Jacob Nienhuys, Bapak Tembakau

Redaksi

Jacob Nienhuys

Jacob Nienhuys

Nederlandsindie.com – Dialah orang pertama yang mengenalkan dan membuka perkebunan tembakau di bumi Nederlands-Indië. Kuli kontrak diperlakukan tidak manusiawi. Keuntungannya luarbiasa.

Jacob Nienhuys datang dari Negeri Belanda dan tiba di Deli, Sumatera Timur, pada 1863. Mata pencaharian penduduk sultanat Deli ini adalah perdagangan dan nelayan. Perkebunan belum menjadi perhatian saat itu.

Nienhuys datang dengan satu tujuan: membuka perkebunan tembakau, komoditas yang mulai naik daun pada akhir abad 19 karena merokok mulai menjadi gaya hidup. Soal tanah tidak masalah. Sultan Deli memberi Nienhuys tanah seluas yang dia inginkan dan Nienhuys tak perlu membayar seperak pun!

Yang menjadi masalah justru tenaga kerja. Oleh karena itu Nienhuys pergi ke daratan Cina dan membawa tenaga kuli kontrak dari sana dalam jumlah sangat banyak.

Nienhuys memperlakukan para kuli kontraknya ini dengan sangat buruk dan kejam. Baginya mereka tak lebih dari binatang. Pernah, karena tak puas dan marah dia menghukum cambuk 7 kuli dari Cina itu sampai mati.

Pada 1865 Nienhuys untuk pertama kali memanen hasil tembakaunya. Ternyata tembakau yang ditanam di tanah Deli itu kualitasnya sangat tinggi dan dihargai mahal di pasar Eropa. Bisa ditebak, Nienhuys memetik keuntungan luarbiasa banyak dan kekayaannya menjadi berlipat-lipat.

Kabar ini cepat meluas di Negeri Belanda, yang akhirnya mendorong para pengusaha Belanda datang berbondong-bondong ke Deli untuk mengikuti jejak Nienhuys: membuka perkebunan tembakau. Situasi ini di kemudian hari menimbulkan persaingan yang sangat kasar. Mereka saling membakar gudang-gudang tembakau siap ekspor.

Tahun 1865 itu dicatat sebagai tahun demam tembakau di Deli. Para pengusaha Belanda itu berharap bisa kaya raya dari perkebunan tembakau. Namun untuk membuka perkebunan tembakau itu mereka harus membuka lahan hutan. Untuk masa itu dengan peralatan terbatas tentu bukan pekerjaan yang mudah.

Banyak kuli yang tidak tahan, lalu kabur atau mati. Untuk mendapatkan kuli sangat sulit. Karena itu dihalalkan segala cara, dengan perbudakan yang sangat kejam. (Instituut voor Ned Gesch en Onderwijsbeeldbank)

Beri Tanggapan