· Artikel · Komentar · Email ·       · Log in
September, 2009

Soekarno Setuju, Sjahrir Murka

Soekarno Setuju, Sjahrir Murka

Malam itu Soekarno menyatakan menerima sepenuhnya 17 Pasal yang disodorkan Belanda, dengan syarat kata ‘vrijheid’ (merdeka) diganti ’souvereiniteit’ (kedaulatan). Sjahrir murka besar.

Insiden di Pelabuhan Cirebon

Insiden di Pelabuhan Cirebon

Ahli hukum Piet Sanders teringat insiden keributan di Pelabuhan Cirebon menjelang Perundingan Linggardjati. Pihak republiken menolak Commissie-Generaal diantar kapal berbendera Belanda

RI-Belanda Sepakat Gencatan Senjata

RI-Belanda Sepakat Gencatan Senjata

Ada fakta menarik bahwa perundingan, meskipun alot, bisa berjalan mulus karena didahului oleh pertemuan Schermerhorn dan Sjahrir di rumah Lord Killearn, seorang diplomat kawakan Inggris.

Dibakar Dekat Bawean

Dibakar Dekat Bawean

Ekspedisi pedagang Belanda ke Nusantara dimulai di 1595 oleh Compagnie van Verre. Ekspedisi ini hanya tersisa 3 kapal saat kembali. Satu kapal ditinggal dan dibakar di dekat Pulau Bawean. Sedangkan ABK-nya tersisa 87 orang.

Katholieke Volkspartij Menentang

Katholieke Volkspartij Menentang

Sebelum perundingan di Linggardjati, sebenarnya telah ada perundingan pendahuluan di De Hoge Veluwe, Negeri Belanda. Katholieke Volkspartij (Partai Rakyat Katolik) sangat menentang. Figur Sjahrir akhirnya dapat diterima.