Belanda Tak Percaya
Proklamasi kemerdekaan Indonesia disikapi di Negeri Belanda dengan rasa kurang percaya. Salah satu sebab, karena selama perang Belanda terputus informasi mengenai perkembangan di Nederlands-Indie.
Proklamasi kemerdekaan Indonesia disikapi di Negeri Belanda dengan rasa kurang percaya. Salah satu sebab, karena selama perang Belanda terputus informasi mengenai perkembangan di Nederlands-Indie.
Menjelang berakhir perang, Soekarno berpidato melalui radio ditujukan kepada Belanda, “Jangan coba-coba mengikat kami dengan kata-kata indah. Sebuah rakyat yang sudah mabuk kemerdekaan tak dapat lagi dicegah-cegah. Semboyan kami merdeka atau mati!,”
Sekretarisnya, Piet Sanders, mengirim temuan-temuannya langsung kepada istrinya dan menulis surat ke istrinya, bahwa berdialog dengan Soekarno, presiden Republik Indonesia yang tidak diakui oleh Belanda, tidak terhindarkan lagi.
Sebelum VOC didirikan (1602), perusahaan-perusahaan Amsterdam telah lebih dulu mengirim 8 ekspedisi ke Asia. Compagnie van Verre adalah yang pertama mengirim armadanya ke Timur pada 10/3/1595.
Di depan Gereja Blenduk berdiri sebuah mahakarya tahun 1920 dari arsitek Belanda, Thomas Karsten (1884-1945). Karsten sangat menentukan wajah Semarang. Berlage bahkan di tahun 1923 berkomentar, “Saya ingin kota Semarang dinamai Kota Van Karsten…,”