· Artikel · Komentar · Email ·       · Log in
August, 2009

Belanda Tak Percaya

Belanda Tak Percaya

Proklamasi kemerdekaan Indonesia disikapi di Negeri Belanda dengan rasa kurang percaya. Salah satu sebab, karena selama perang Belanda terputus informasi mengenai perkembangan di Nederlands-Indie.

De Vrijheid of de Dood, Merdeka atau Mati

De Vrijheid of de Dood, Merdeka atau Mati

Menjelang berakhir perang, Soekarno berpidato melalui radio ditujukan kepada Belanda, “Jangan coba-coba mengikat kami dengan kata-kata indah. Sebuah rakyat yang sudah mabuk kemerdekaan tak dapat lagi dicegah-cegah. Semboyan kami merdeka atau mati!,”

Linggardjati: Prinsip dan Fakta

Linggardjati: Prinsip dan Fakta

Sekretarisnya, Piet Sanders, mengirim temuan-temuannya langsung kepada istrinya dan menulis surat ke istrinya, bahwa berdialog dengan Soekarno, presiden Republik Indonesia yang tidak diakui oleh Belanda, tidak terhindarkan lagi.

VOC: Kamar Amsterdam

VOC: Kamar Amsterdam

Sebelum VOC didirikan (1602), perusahaan-perusahaan Amsterdam telah lebih dulu mengirim 8 ekspedisi ke Asia. Compagnie van Verre adalah yang pertama mengirim armadanya ke Timur pada 10/3/1595.

Semarang Kota Van Karsten

Semarang Kota Van Karsten

Di depan Gereja Blenduk berdiri sebuah mahakarya tahun 1920 dari arsitek Belanda, Thomas Karsten (1884-1945). Karsten sangat menentukan wajah Semarang. Berlage bahkan di tahun 1923 berkomentar, “Saya ingin kota Semarang dinamai Kota Van Karsten…,”