E. du Perron, Penyair Bandoeng
Penyair dan penulis prosa ini anak tuan tanah, lahir 2/11/1899 di Meester-Cornelis, Batavia selatan. Keluarga Du Perron pindah ke Bandoeng pada 1913.
Penyair dan penulis prosa ini anak tuan tanah, lahir 2/11/1899 di Meester-Cornelis, Batavia selatan. Keluarga Du Perron pindah ke Bandoeng pada 1913.
Di sini, di jalan yang dulu bernama Heerenstraat, masih berdiri tegak monumen landmark Semarang: Koepelkerk (1753), warga sekitar menyebutnya Gereja Blenduk.
Waterlooplein (Alu-alun Waterloo), Batavia. Di sekitarnya berdiri bangunan kolonial bergaya neoklasik a.l: gedung vrijmetselaar (freemason, red) dan de Volksraad (Gedung Pancasila). Kini tempat ini dinamai Lapangan Banteng.
Sampai 1934 zwembad (kolam renang) pada Jalan Tjikini -sebelah Kebon Binatang- merupakan satu-satunya di Weltevreden, Batavia. Tapi pada 1934 itulah terjadi perubahan.
Batavia dikenal sebagai Kuburan Orang-orang Belanda, sebab kehidupan di kota ini sangat tidak sehat dan umur mereka rata-rata jadi pendek. Di akhir abad 18 mereka pindah ke tempat yang lebih asri dan sehat, yakni Weltevreden (kini Menteng).